Rabu, 08 Januari 2020

PROFIL

 Mentor / Pembimbing:
Much Nasrulloh Al Jufry, ST
- Owner & CEO Bumenjaya Propertindo
- Owner & CEO Cyber Technology
- Founder Rumah Holistic Indonesia
- Founder Yayasan Sosial & Pendidikan Khozainul Ulum
- Founder Sekolah Gratis MTs & MA Teknologi di Kebumen, Jawa Tengah
- Pengasuh Pondok Pesantren Habib Alwi Al Jufry, Kebumen
- Penulis buku, pembicara seminar, praktisi bisnis & Internet marketing, Pakar NLP, Social Media Influencer, dll

Perkenalkan, Saya Much Nasrulloh Al Jufry, ST
Saya sangat mengerti bagaimana rasanya memiliki utang yang tak kunjung lunas. Apalagi kita sudah kehabisan aset dan segalanya hanya untuk sekedar mengangsur utang setiap bulan. Sungguh menyakitkan!

Saya sangat mengerti bagaimana perasaan anda. Karena saya sendiri mengalami sendiri, terjerat utang selama 14 tahun, tanpa tahu bagaimana solusinya! Baru ditahun 2014 saya bisa bernafas lega, karena saya berhasil membangun bisnis property yang cukup sukses. 

Sejak saat itu, saya terus berusaha membagikan pengalaman saya bagaimana cara melunasi utang, dengan memberikan banyak sekali pelatihan, seminar, bahkan private lunas utang. Strategi yang saya bagikan adalah, bagaimana cara lunas utang dengan berbisnis.

Namun, saya menyadari kendala yang dihadapi banyak teman yang terjerat utang ketika mau memulai bisnis yang benar agar bisa lunas utang. 

Mereka biasanya terkendala seperti:
  1. Tidak memiliki modal untuk memulai bisnis.
  2. Tidak memiliki ilmu, keterampilan, ataupun pengalaman dalam berbisnis.
  3. Tidak memiliki keberanian memulai bisnis.
  4. Tidak dapat konsentrasi berbisnis, panik dan stres karena dikejar-kejar debt collector setiap hari.
  5. Tidak memiliki waktu untuk memulai bisnis, karena masih harus mengurus anak, atau karena masih menjadi karyawan.
  6. Waktunya sudah mepet, karena sebentar lagi aset yang dijaminkan mau dilelang. 

Dan segudang alasan lainnya, sehingga tidak setiap orang bisa menjalankan bisnis secara benar, karena mereka memiliki segudang alasan yang membuat mereka gagal berbisnis bahkan sebelum mereka memulai. 

Satu hal yang saya sadari adalah, bahwa Umat Islam memiliki potensi yang luar biasa dari kegiatan amal yakni sedekah dan zakat. Khususnya zakat, bahkan orang yang banyak memiliki utang (ghorim) adalah termasuk dari salah satu dari 8 Asnaf (orang yang berhak menerima zakat). Namun sayangnya, selama ini ghorim kurang diperhatikan, ataupun jika diperhatikan hanya diberikan sekedarnya saja.  

Dahulu, dimasa sahabat Rasulullah SAW, sudah menjadi hal yang biasa para sahabat melunaskan utang orang lain walaupun mereka bukan saudara. Bahkan, dimasa kekhalifahan Turki Utsmani, sudah menjadi kebiasaan masyarakat, jika datang bulan ramadhan, maka orang-orang kaya datang ke warung / toko dan meminta pemilik warung / toko untuk mengeluarkan catatan utang, untuk kemudian dilunaskan utang orang-orang yang didalam catatan, padahal mereka tidak saling mengenal. 

Masa indah, dimana kita saling berta'awun / saling tolong menolong ini sekarang sangat jarang ditemukan. Jangankan menolong orang yang tidak dikenal, orang yang dikenal saja sekarang ini jarang sekali yang mau saling tolong menolong. 

Berdasar hal itulah, saya mendirikan Komunitas Ta'awun Al Ikhsan, yakni sebuah komunitas tolong menolong dengan bersedekah kepada orang lain atas dasar kasih sayang sebagai sesama muslim. Dengan masuk komunitas ini, maka anda menjadi seorang donatur, sekaligus anda berhak menerima dana ta'awun.

Konsep ini bukan sekedar ta'awun biasa, melainkan disini kami membuat sebuah sistem agar ta'awun ini bisa memberikan manfaat yang tepat kepada yang betul-betul membutuhkan.

Setiap peserta ta'awun harus betul-betul ikhlas dalam mengikuti program ini, hanya mengharap pembalasan terbaik dari Allah SWT semata, sebagaimana janji-Nya dalam Al Qur'an Surah Al An'am ayat 160: 
مَنۡ جَآءَ بِالۡحَسَنَۃِ فَلَہٗ عَشۡرُ اَمۡثَالِہَا
"Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya" 

0 komentar:

Posting Komentar